Informasi

Sejuta Manfaat dari Rempah Khas Indonesia

Seperti yang kita ketahui, pada zaman penjajahan dahulu kala, Indonesia menjadi incaran bangsa Eropa yang mencari rempah-rempah khas untuk dijual-belikan.

Indonesia memang punya banyak sekali rempah-rempah, selain mahal pada era tersebut, rempah-rempah juga punya sejuta manfaat bagi tubuh.

Berikut ini Pesona Travel informasikan beberapa rempah-rempah khas Indonesia yang punya banyak manfaat:

  • Andaliman

Andaliman merupakan bumbu rempah khas Asia yang berasal dari tumbuhan anggota marga Zanthoxylum (suku jeruk-jerukan, Rutaceae).

Di Indonesia, rempah yang dalam bahasa Batak disebut intir-intir itu hanya terdapat di daerah Toba Samosir dan Tapanuli Utara. Oleh karena itu, di Indonesia andaliman hanya dikenal dalam masakan Batak, sehingga disebut juga sebagai Merica Batak.

Andallman memiliki aroma jeruk yang lembut namun menggigit sehingga menimbulkan sensasi kelu atau mati rasa di lidah. Gigitannya tidak sepedas cabai atau lada, berasal dari kandungan hydroxy-alpha-sanshool pada biji andaliman.

Harga andaliman tergantung musim, pada musim tertentu cukup mahal.

“Bulan Oktober 2018, misalnya, harganya sedang mahal, sekitar Rp 200.000 per kilogram. Itu terjadi karena pada musim hujan hasil panenannya turun, pasokan juga turun,” kata Mindu Sihombing, pedagang andaliman di Pasar Tarutung, Tarutung, Tapanuli Utara.

  • Pala

Pala atau Myristica fragrans adalah tumbuhan yang berasal dari Kepulauan Banda, Maluku. Bisa dibilang, pala adalah jiwa, sumber perekonomian, dan catatan sejarah dari Kepulauan Banda.

Sebab, selama berabad-abad, tanaman tersebut hanya tumbuh di sana, baru kemudian dikirim ke berbagai belahan dunia.

Buah pala sendiri berbentuk bulat lonjong, berdaging buah, dan beraroma khas, karena mengandung minyak atsiri.

Biasanya, kalau buahnya telah masak, kulit, dan daging buahnya akan terbuka, memperlihatkan bijinya yang berwarna merah darah.

Setelah dipanen, buahnya bisa dimakan dan bijinya dijemur dan dipisahkan dari kulitnya. Pengeringan ini memakan waktu hingga delapan minggu, hingga cangkang biji akan pecah dengan sendirinya. Biji inilah yang kemudian dijual sebagai rempah-rempah.

  • Cengkeh

Sama seperti buah pala, cengkeh atau cengkih juga menjadi primadona bangsa Eropa saat zaman penjajahan dahulu. Cengkeh merupakan tanaman rempah yang termasuk dalam komoditas sektor perkebunan.

Konon, cengkeh sudah ada sejak 22 tahun sebelum Masehi. Cengkeh digunakan sebagai pewangi alami saat itu.

Tanaman cengkeh memiliki batang percabangan yang banyak dan berbentuk bulat mengilap. Daun pada tanaman cengkeh berbentuk lonjong sampai elips dengan panjang daun 7-13 centimeter, dan lebar daun 3-6 centimeter, dan letak daun cengkih berhadap-hadapan pada ranting tanaman.

Cengkeh digunakan sebagai bahan campuran tambakau dan obat anti nyamuk. Selain itu, cengkeh juga digunakan sebagai pengobatan, seperti sinusitis, mual, dan muntah, kembung, masuk angin, sakit kepala, radang lambung, batuk, terlambat haid, rematik, hingga campak.

  • Kayu Manis

Termasuk ke dalam jenis rempah-rempah yang amat beraroma, manis, dan pedas. Orang biasa menggunakan rempah-rempah dalam makanan yang dibakar.

Konon, kayu manis juga menjadi salah satu bumbu makanan tertua yang digunakan manusia. Bumbu ini digunakan di Mesir Kuno sekitar 5000 tahun yang lalu.

Kayu manis juga secara tradisional dijadikan sebagai suplemen untuk berbagai penyakit, dengan dicampur madu, misalnya untuk pengobatan penyakit radang sendi, kulit, jantung, dan perut kembung.

  • Kunyit

Kunyit atau kunir merupakan tanaman rempah-rempah yang masuk dalam kelompok jahe-jahean atau zingiberaceae. Kunyit berasal dari wilayah Asia Tenggara, penyebarannya dari Indonesia, Malaysia, yang tersebar hingga ke Australia bahkan Afrika.

Tak hanya sebagai bumbu masakan, kunyit juga menjadi tanaman yang memiliki banyak khasiat untuk dijadikan obat.

Terdapat sejumlah khasiat dari jamu kunyit seperti menyembuhkan kesemutan, menghilangkan gatal, mengobati radang, mengeringkan luka hingga mengurangi jerawat di wajah.

Bahkan kunyit bisa dioleskan ke wajah dan bagian kulit di tubuh untuk mengurangi peradangan dan membantu penyembuhan luka.

Nah, itulah beberapa jenis rempah-rempah yang ada di Indonesia dengan segudang manfaatnya bagi tubuh kita. Tidak heran kalau pada zaman penjajahan dahulu, banyak bangsa Eropa yang mengincar rempah-rempah dari Indonesia.

Sumber Informasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *